Rabu, 08 April 2015

Ikhlas

Assalamu'alaikum wr. wb

Ukhti dan akhi sekalian, 9 April 2015 ini ana ingin share kembali mengenai ikhlas. 
IKHLAS hanya satu kata tetapi makna yang dikandung dalam ikhlas itu sangat banyak. Sehingga kata tersebut selalu jadi motivasi untuk ana sendiri.

~ IKHLAS ~  
                                                                                      
   Ikhlas Itu...
menentukan diterima atau tidaknya ibadah kita,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita
🔸Ikhlas itu….
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
🔸 Ikhlas itu…
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
🔸 Ikhlas itu…
ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
🔸 Ikhlas itu..
ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
🔸 Ikhlas itu…
ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
🔸 Ikhlas itu…
ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
🔸 Ikhlas itu…
ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
🔸 Ikhlas itu…
ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
🔸 Ikhlas itu….
Gampang diucapkan, sulit diterapkan…..
namun tidak mustahil diusahakan….
🔸 Ikhlas itu...
Seperti surat Al Ikhlas..
Tak ada kata ikhlas di dalamnya...

Sekian share yang kali ini, semoga ilmunya bermanfaat.  Wassalamualaikum wr.wb

Salam Semangat
Rinrin

Kamis, 12 Maret 2015

Cara Mu'allaf Masuk Islam

Assalamu'alaikum wr.wb.
Ukhti dan akhi sekalian 12 Maret'15 ini ana ingin share mengenai bagaimana ketika ada seseorang yang non muslim memilih untuk masuk islam ? Saat ini ana tertarik untuk menjelaskannya karena alhamdulillah ada seseorang yang ana kenal, ia sedang proses untuk mempelajari islam. Mudah-mudahan Allooh swt berikan kemudahan untuk  ia terus mendapatkan hidayah agar  menjadi seorang muslim dan menerima kebenaran dengan tanpa rintangan dan halangan apapun. aamiin.
 Mendapatkan petunjuk untuk masuk islam adalah nikmat besar bagi setiap hamba. Karena sejatinya, orang yang masuk islam, berarti dia kembali kepada fitrahnya. Fitrah untuk bertuhan satu, fitrah mengikuti utusan tuhan yang terakhir, dan fitrah untuk mengamalkan al-Quran sebagai kitab Tuhan. Lebih dari itu, islam merupakan satu-satunya agama yang akan menyelamatkan manusia dari hukuman neraka.
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85).
Untuk itulah, Allah mengajarkan agar manusia tidak merasa berjasa dengan masuknya dia ke dalam agama islam. Sebaliknya, dia harus merasa bersyukur karena Allah telah memberikan hidayah islam kepadanya.
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ
”Mereka merasa telah berjasa kepadamu (Muhammad) dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah berjasa kepadaku dengan keislamanmu. Sebaliknya, Allahlah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan memberi petunjuk untuk kamu kepada keimanan.” (QS. Al-Hujurat: 17)
Oleh karena itu, untuk bisa masuk islam, tata caranya saa..ngat mudah. Tidak perlu acara khusus, dan bisa dilakukan tanpa modal. Yang sulit adalah memastikan keikhlasan dan kejujuran hati ketika masuk islam. Berikut beberapa tata cara masuk islam,
Pertama, ikrar dua kalimat syahadat
Ikrar syahadat adalah mengucpkan kalimat,
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
ASYHADU ALLAAA ILAAHA ILLALLAAH
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH…
“Aku bersaksi bahwa Tiada sesembahan yg berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku jg bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”
Catatan:
Jika kesulitan untuk mengucapkan dua kalimat ini secara fasih, bisa dipandu oleh orang muslim, dan muallaf cukup mengikuti sebisanya. Selanjutnya diucapkan juga arti dari kalimat tersebut, agar memahami apa yang dia ucapkan.
Kedua, ikrar ini harus diucapkan di depan saksi kaum muslimin. Jumlah saksi minimal dua orang muslim baik-baik.
Tujuan saksi adalah agar muallaf ini diakui telah pindah agama oleh masyarakat muslim lainnya. Sehingga selanjutnya, dia disikapi sebagaimana layaknya seorang muslim.
Masuk islam tidak harus di depan kiyai, habib, ustad, atau tokoh agama lainnya. Karena bukan syarat diterimanya syahadat, harus diucapkan di depan tokoh agama. Namun harus di depan saksi dua orang muslim. Dan saksi, tidak harus tokoh agama.
Hanya dengan melakukan dua hal di atas, berikrar syahadat dan disaksikan muslim yang lain, maka sang muallaf telah dinyatakan sebagai muslim yang sah islamnya. Dia mendapatkan hak dan kewajiban, sebagaimana muslim lainnya.
Selanjutnya, ada beberapa yang perlu dilakukan,
Pertama, dianjurkan mandi besar
Dalam madzhab Syafiiyah, dianjurkan bagi orang yang baru saja masuk islam untuk mandi besar, membasahi seluruh badan.
Anjuran ini berdasarkan riwayat dari sahabat Qois bin Ashim radhiyallahu ‘anhu,
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ الْإِسْلَامَ فَأَمَرَنِي أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk masuk islam. Kemudian beliau menyuruhku untuk mandi dengan air dan daun bidara. (HR. Abu Daud 355 – shahih)
Ada juga yang menyebutkan, dianjurkan untuk menggundul rambut. Namun anjuran ini berdasarkan riwayat yang dhaif.
Kedua, Kerjakan shalat
Shalat merupakan rukun islam yang kedua setelah syahadat. Karena itu, setelah muallaf mengikrarkan syahadat, dia berkewajiban menjalankan shalat sebagaimana muslim yang lainnya.
Yang harus dia lakukan,
1. Jika dia sudah memahami tata cara shalat dan hafal al-Fatihah serta bacaan shalat yang wajib, maka dia bisa shalat sendiri. Dan jika laki-laki, muallaf selalu diajak untuk jamaah shalat wajib di masjid. Dengan tetap terus mengkaji tata cara shalat yang sempurna.
2. Jika dia belum memahami cara shalat yang benar, ada 2 yang harus dia lakukan:
a. Belajar tata cara shalat yang benar, dan menghafal bacaan-bacaan wajib dalam shalat
b. Selama belum bisa shalat dengan sempurna, dia harus bermakmum dengan muslim yang lain ketika shalat, sehingga bisa menjaga keabsahan shalatnya.
Ketiga, Khitan
Khitan hukumnya wajib bagi lelaki. Karena khitan bagian dari menjaga fitrah kesucian manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِب
“Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “ (H.R Muslim 257).
Lebih dari itu, khitan merupakan syiar kaum muslimin, yang juga diikuti oleh kelompok agama yang lain. Karena itu, muallaf yang baru masuk islam dan dia belum dikhitan, maka disarankan agar segera melakukan khitan.
Hanya saja, jika anjuran untuk khitan ini bisa memberatkan dirinya dan bahkan bisa membuat muallaf lari menjauhi islam, maka anjuran khitan bisa ditunda, sampai dirasa cukup baginya untuk melakukan khitan tanpa paksaan.
Keempat, syariat islam lainnya
Selanjutnya, muallaf diarahkan untuk mempelajari syariat islam lainnya, yang wajib baginya, seperti tata cara puasa, menjawab salam, mendoakan orang bersin, dan jika dia orang yang mampu, diajari tentang syariat zakat.
Semakin sering belajar, akan semakin membuat sang muallaf mencintai agama islam.
Kelima, kami sarankan agar muallaf segera melaporkan ke dinas pemerintah untuk masalah administrasi KTP dan KK. Menurut informasi dari salah satu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil:
”Perubahan KTP dan KK Cukup di Kecamatan setempat, dengan membawa surat Keterangan dari RT & RW, KTP, KK dan dilampiri surat keterangan masuk islam.”
Kemudian surat keterangan masuk islam, bisa diterbitkan oleh takmir masjid atau yayasan islam yang menjadi saksi keislamannya.
Demikian share dari ana kali ini, mohon maaf jika ada materi yang kurang berkenan ketika ana sampaikan. 
wassalamualaikum wr.wb

Kamis, 12 Februari 2015

Kalau Islam Ikut Valentine day ? Bagaimana ?

Assalamu'alaikum, ukhti dan akhi sekalian kini tinggal menghitung hari ya dari 13 Februari 2015 menuju valentine days bagi orang-orang yang biasa merayakan valentine days. Sebenarnya umat islam boleh gak ya merayakannya ? berikut ana paparkan terlebih dahulu mengenai Apa sih Valentine itu.


Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

 Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

 Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

setelah sejarah tersebut, bagaimana kalau umat islam ikut merayakannya ya ?
Di dalam Islam tidak ada hari tertentu bagi merayakan kekasih atau kasih sayang. Islam sangat menitikberatkan soal kasih sayang dan setiap hari di dalam Islam adalah hari kasih sayang.
Islam menolak konsep kasih sayang yang terkandung dalam Valentine’s Day kerana unsur-unsur ritual keagamaan yang diamalkannya boleh menggugat akidah Islam.
Hukum Islam jelas dalam hal melarang umatnya meniru atau menyerupai budaya dan cara hidup orang bukan Islam. Firman Allah swt:
  • “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran ,penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban” (Al-Isra: 36).

  • firman Allah swt: “Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepada kamu (keterangan-keterangan), sesungguhnya kalau demikian termasuk golongan orang-orang yang zalim” (Al-Baqarah: 145).

 Hadits Rasulullah:

  •  “Tidak termasuk golongan ku orang-orang yang menyerupai selain golongan umat ku (umat Islam)” (HR. Tirmidzi dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya).

  • “Jangan kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani..” (HR. Tirmidzi).

  • “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku meneriman (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta. Di kalangan sahabat ada yang bertanya: Ya Rasulullah yang dimaksudkan (di sini) seperti bangsa-bagsa Persia dan Romawi? Rasulullah menjawab: Siapa lagi (kalau bukan mereka)? (HR. Bukhari, dari Abu Hurairah).
Nah.. sekarang sudah tahu kan bagaimana kalau islam ikut valentine days ? sudah jelas dalam hadits diatas dijelaskan bahwa "Tidak termasuk golongan ku orang-orang yang menyerupai selain golongan umat ku (umat Islam)” (HR. Tirmidzi dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya).
Untuk penjelasan mengenai valentine day kali ini ana cukupkan sekian. Next time ana share lagi dengan pembahasan yang baru lagi. Wassalamu'alaikum wr.wb

Salam Semangat
Rinrin


Sabtu, 31 Januari 2015

Yuuk.. Menutup Aurat


A


Assalamu'alaikum wr, wb..
Ukhti dan akhi sekalian, kali ini  langsung saja ya 1 Februari 2015, ana ingin menjelaskan tentang kewajiban akhwat dalam berhijab. sudah tidak asing lagi memang kewajiban untuk menutup aurat bagi kaum akhwat. Seandainya ditanya ke setiap akhwat apakah berhijab itu hukumnya wajib atau apa ? biasanya menjawab iya berhijab itu wajib. Namun ada alasan lain yaitu untuk sekarang ana belum siap, lebih baik perbaiki hatinya aja dulu soalnya kan malu kalau berhijab terus prilaku kitanya tidak mencerminkan penampilannya. Nah.... kenapa alasan-alasan itu coba hilangkan saja dari pikiran ukhti. Yuk...ada beberapa tips dari ana agar keinginan berhjab itu segera diaplikasikan :
1. Niatkan bahwa saya ingin lebih taat lagi pada Allooh swt, lalu Mengkaji juga aturan-aturan untuk menutup aurat dalam Al-Qur'an. Salahsatunya tercantum dalam al-Quran surat an-Nur ayat 31:


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).

Nah... ayat tersebut sudah jelas bahwa menutup aurat itu wajib. Itu perintah langsung dari Allooh swt. 
2. Hilangkan sugesti bahwa kalau menutup aurat sesuai syar'i itu membuat kita tidak cantik lagi. Biasanya untuk kaum akhwat itu keinginan tampil cantik di mata ikhwan atau rekan sekelilingnya selalu timbul. INGAT ! Ukhti mau cantik di mata Allooh swt atau di mata ikhwan saja ? Yakinlah bahwa Allooh swt mampu membolak-balikkan hati seseorang ketika ukhti memilih untuk lebih taat lagi.
3. Nanti saja menutup auratnya kalau sudah menikah ? Nah..loh emang yakin usianya mau sampai menikah ? misalkan, ketika ukhti menikah usia 23 tahun, berapakah dosa yang kita tanggung dari akibat perbuatan kita selama tidak menutup aurat. ribuan pandangan dari ikhwan yang bukan makhrom ukhti :'(

4. Perbanyak mengingat Mati. Kenapa ? Karena dari hari ke hari kesempatan hidup yang Allooh berikan pada kita semakin berkurang. Kejadian yang telah terjadi di masa lalu tidak dapat kita hapus selain dari penyesalan. Ana mengingatkan bahwa kesempatan itu tidak akan datang 2 x. hari senin yang lalu berbeda dengan hari senin yang akan datang.


Bagaimana ? sudah terbuka dengan tips-tips yang ana berikan, Yuuuuk.... niatkan dari sekarang ya, kemudian aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa dari mulai saat ini hidup kita ingin lebih taat lagi. sayang ukhti jika kesempatan hidup yang Allooh berikan saat ini dihabiskan dengan hura-hura. Perjalanan ini singkat, hari ini ada di alam dunia, belum tentu besok kita masih ada di alam yang sama. Sekian dari ana, next time ana share kembali dengan pembahasan yang baru lagi. Wassalamu'alaikum wr.wb

Salam Semangat,
Rinrin

Minggu, 11 Januari 2015

Berani Berkata Benar Meskipun Pahit

Saudaraku yang dirahmati Allah, seringkali manusia, bahkan mungkin termasuk kita sendiri, bertemu dengan situasi di mana sulit sekali untuk menyatakan bahwa ini adalah suatu kebenaran dan ini adalah suatu kesalahan. Latar belakangnya bisa macam-macam. Bisa karena ada rasa sungkan, atau rasa segan karena yang sedang kita hadapi adalah orang yang kita hormati atau jabatan atau kedudukannya berada di atas kita.


Padahal semestinya, sepahit apapun kebenaran, ia tetap haruslah diungkap baik ditujukan kepada diri sediri maupun orang lain.
Sesungguhnya jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat yang haq (kebenaran) kepada penguasa. Banyak sekali terjadi di sekitar kita, di mana seseorang, bahkan sekali lagi mungkin termasuk diri kita sendiri, yang tiba-tiba seolah bisu ketika harus menyatakan kebenaran kepada atasan atau pemimpin kita. Padahal Rasulullah Saw. di dalam salah satu haditsnya bersabda,
“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat yang haq (kebenaran) kepada penguasa yang zhalim”. [HR. Ahmad].
Lantas, bagaimanakah cara menyampaikan suatu kebenaran kepada atasan, pemimpin atau penguasa? Caranya adalah dengan mengunjungi mereka dan memberi nasehat kepada mereka dengan cara yang baik. Jika cara ini tidak bisa dilakukan, maka dapat dilakukan dengan menulis surat atau melalui orang yang menjadi wakil mereka. Bila cara ini bisa dilakukan, maka tidak perlu menyampaikannya dengan mengadakan orasi, provokasi dan demonstrasi. Apalagi, penyampaian masukan secara persuasif biasanya jauh lebih efektif dibandingkan menyampaikannya dengan cara berteriak-teriak di jalanan.
Islam adalah agama yang paripurna, mencakup segala aspek kehidupan manusia. Islam memberikan petunjuk tentang bagaimana aturan dalam setiap sendi-sendi kehidupan kita. Termasuk di dalamnya petunjuk tentang bagaimana cara menyampaikan nasehat kepada seorang pemimpin, atasan atau penguasa.

Rasulullah Saw. bersabda,  “Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasihat itu, maka itu yang terbaik. Dan bila si penguasa itu enggan (tidak mau menerima), maka sungguh ia telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya” [HR. Ahmad].

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Hijrah dari Lingkungan yang Tidak Kondusif Untuk Beribadah Kepada Lingkungan yang Menguatkan Iman

Setiap dari kita berbeda-beda kadar kekuatan imannya. Ada orang yang sekali saja mendapat hinaan dan makin dari orang lain, maka ia langsung merasa rendah diri dan merasa hina. Ada orang yang sekali mendapatkan cacaian dan makian, ia langsung marah dan sangat murka. Namun, ada juga orang yang berkali-kali dihina dan dimaki, namun ia tetap tenang, menahan amarah dan bersabar.


Penting bagi kita untuk mengukur kekuatan diri sendiri. Hal ini adalah supaya kita tidak terseret kepada situasi yang rusak di lingkungan kita. Alangkah lebih baik lagi jika kitalah yang justru bisa mewarnai lingkungan kita dengan kebaikan.

Dalam salah satu haditsnya Rasulullah Saw bersabda, “Perumpamaan
teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang
pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena
kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau
wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap”. (HR. Bukhari Muslim).

Hadits ini berlaku untuk hubungan kita dengan teman atau dengan suatu lingkungan. Ukurlah diri kita. Sekiranya kita berada di tengah satu lingkungan yang tidak baik dan kita kuat untuk memberikan pengaruh kebaikan, maka bertahanlah di sana. Sebaliknya, jika di dalam lingkungan tersebut malah kita yang ikut tergerus kepada kemaksiatan, maka segeralah pindah. Segera berhijrahlah.

Lantas, teman atau lingkungan seperti apakah yang semestinya kita cari sebagai tempat kita berhijrah? KH. Jalaluddin Asy Syatibi menjelaskan bahwa ada lima tipe teman atau lingkungan. Kelima lingkungan itu adalah,

  1. Teman atau lingkungan yang bisa menjadi guru ibadah. Milikilah teman atau tinggallah di lingkungan yang bisa menambah kadar keimanan kita kepada Allah Swt. Milikilah teman atau tinggallah di dalam lingkungan yang bisa menambah kualitas keyakinan kita kepada Allah Swt. Tipe ini adalah teman yang baik atau lingkungan yang baik pula untuk ditinggali. Jika sulit mencari teman atau lingkungan seperti ini, simaklah tipe berikutnya.

  1. Teman atau lingkungan yang bisa dijadikan teman untuk berbadah. Ini adalah teman atau lingkungan yang tidak begitu banyak ilmunya, namun selalu bersemangat untuk mencari ilmu dan semangat untuk beribadah. Jika masih juga sulit mencari teman atau lingkungan seperti ini, lihat tipe berikutnya.

  1. Teman atau lingkungan yang bisa dijadikan murid ibadah. Teman atau lingkungan seperti ini mungkin tidak bisa mengajak, akan tetapi mau untuk belajar menjadi semakin baik. Jika masih juga sulit mencari tipe seperti ini, carilah tipe selanjutnya.

  1. Teman atau lingkungan yang tidak bisa menjadi guru ibadah, tidak bisa jadi teman ibadah, tidak bisa jadi murid ibadah, tapi ia tidak mengganggu kita saat melakukan ibadah. Dan jika tipe ini masih sulit ditemui, cukup hindarilah teman atau lingkungan dengan tipe berikut ini,

  1. Ini adalah tipe teman atau lingkungan yang tidak baik untuk didekati atau ditinggali. Yaitu teman atau lingkungan yang sangat kuat mempengaruhi kita untuk jauh dari ibadah atau melemahkan iman. Atau teman atau lingkungan yang diam-diam menyeret kita kepada kelalaian dan kemunafikan.

Kita harus memiliki keberanian untuk meninggalkan lingkungan yang membuat kita tidak semakin yakin terhadap Allah Swt. Kita harus punya keberanian untuk berhijrah, pergi meninggalkan lingkungan yang malah menjerumuskan kita kepada kemaksiatan, kemunafikan atau kekufuran.

Jangan ragu untuk keluar dari tempat kerja yang didominasi oleh perbuatan-perbuatan dosa yang tidak mampu kita lawan atau kita perbaiki. Jika takut kehilangan penghasilan, yakinlah sesungguhnya Allah Swt Maha Penjamin Rezeki. Jika orang kafir saja dijamin rezekinya, apalah lagi kita yang mengimani Allah Swt dan senantiasa berupaya menghindari kemaksiatan dan dosa.

Tentu kita masih ingat saat krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu. Ribuan karyawan di berbagai perusahaan ditimpa kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Apakah PHK itu kemudian menjadi akhir dari hidup mereka? Tidak! Mereka tetap hidup. Meski sempat terkejut, sedih, kecewa, akan tetapi hidup berjalan terus. Malah tidak sedikit dari mereka yang kemudian semakin tangguh menjalani hidup setelah PHK tersebut. Tidak sedikit mereka yang setelah mengalami keterpurukan PHK itu kemudian bangkit sebagai wirausaha yang sukses. Atau tidak sedikit juga mereka yang mendapatkan tempat pekerjaan baru yang lebih menentramkan dirinya.

Orang yang kehilangan pekerjaan karena PHK saja masih mendapatkan rezeki, apalah lagi orang yang mengundurkan diri dari tempat kerjanya demi menjauhi kemaksiatan dan demi tetap berpegang teguh kepada Allah Swt. Bukanlah hal yang sulit bagi Allah Swt untuk melimpahkan rezeki kepada orang yang berupaya setia kepada-Nya.

Simaklah kembali pengorbanan Rasulullah Saw bersama para sahabat yang rela meninggalkan tanah kelahirannya, Mekkah, ke Madinah. Meski berat dilakukan, mereka tetap menempuhnya. Terbukti, hijrah kemudian menjadi pintu gerbang bagi kaum muslimin kala itu untuk meraih kesuksesan besar yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Hijrah pada dasarnya adalah bagaimana upaya kita untuk memperoleh keridhaan Allah Swt di dalam segala aspek kehidupan kita. Semangat hijrah adalah semangat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan memberikan pengaruh kebaikan itu kepada orang lain dan lingkungan di sekitar kita.

Hijrah yang paling sederhana adalah menghijrahkan hati kita dari condong dan bersandar kepada makhluk, harta, kepada condong dan bersandar hanya kepada Allah Swt. Hijrah dari mengharap kepada makhluk, menjadi berharap hanya kepada Allah. Hijrah dari mendambakan sanjungan, pujian, penghargaan dari makhluk, kepada hanya mendambakan ganjaran dari Allah Swt.

Jika sudah demikian hijrah yang kita lakukan, niscaya Allah akan mencukupkan keperluan kita. Allah lebih mengetahui keperluan lahir batin kita dibandingkan diri kita sendiri. Jika kita sudah bertekad untuk melakukan hijrah, semoga itu menjadi gerbang kita menjadi manusia sukses yang bertauhid. Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Memiliki segala apa yang kita perlukan, dan Dia-lah Yang Maha Menentukan apapun yang terbaik untuk kita. Wallahua’lambishawab.

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

22 Alasan tidak berhijab

Assalamualaikum :)
Haaai salam dakwah akhi wa ukhti, haseeek sapaan baru B) hehe. Kali ini allia mau share alasan-alasan umum cewek-cewek tidak atau belum mau memakai kerudung/jilbab.
Padahal jelas, jilbab itu WAJIB. Bukan sunnah dan bukan juga kebudayaan orang arab. Kita bisa langsung lihat kok di Quran, Surat An-Nur (24): 31 dan Al-Ahzab(33): 59.
Nah langsung saja yaa, inilah alasan-alasan pada umumnya cewek tidak memakai jilbab/kerudung beserta JAWABANnya:
Alasan Pertama
1)  Belum puas dengan alasannya? Atau masih mau nyanggah “Zaman dinosaurus itu sendiri belum tentu ada, dan jelas belum ada kehidupan kan?” Iya emang bener. Tapi bukannya koteka atau baju-baju terbuka lainnya yang menampakkan aurat itu lebih kuno kayak di zaman batu? :P
Alasan kedua
2)  Ini sih alasan orang-orang yang pikirannya pendek kalo menurut gue, apa dengan melihat satu orang berjilbab buruk dia akan mengecap semua cewek berjilbab itu buruk? Gue harap, sedikit doang ya cewek yang pikirannya begitu O:)
Alasan ketiga
3)  Wanita yang berkerudung memang belum tentu baik dan benar, tapi wanita yang baik dan benar sudah pasti berkerudung. CAMKAN. Lagipula, sebenarnya menutup aurat dengan baik-buruk hatinya/kelakuannya itu nggak ada hubungan atau sangkutpaut. Akhlak punya hitungan amal sendiri, begitu juga dengan menutup aurat. Pelanggaran dan dosa yang didapat juga dipisah, nggak gabung hitungannya.
Alasan keempat
4)  Ini….. gausah ditambahin, udah gue jawab dengan lebih jelas sebelumnya kan? (Lihat lagi alasan yang ketiga)
Alasam kelima
5)  Ini juga alasan orang-orang yang pikirannya pendek kalo menurut gue. Helloooo mana mungkin sih? Gak ada yang mau sama lo cuma gara-gara lo pake kerudung? Cowok gak beres iya dah :) *sorry nggak nyantai
Alasan keenam
6)  Hmm….. Nggak tega putusin hubungan? Padahal udah jelas dia nggak suka kamu nurut sama perintah Allah? Berarti dia nggak layak buat kamu? Iya. Jelasin baik-baik sama dia, kalo emang dia tetep keras gak suka….. Ya cari yang lain lah. “Emang dikira gampang apa cari jodoh lagi udah deket ke pernikahan gini?” Insya Allah semuanya mudah kalo kamu lebih nurut sama Allah dan berarti kamu sudah lolos dari salah satu ujian-Nya, selamat :)
BazsxyTCIAA7PHW
7)  Ini juga sama, kembali ke alasan sebelumnya (lihat alasan keenam), berarti itu bukan pekerjaan yang baik buatmu. Jelasin bosnya baik-baik, dan kalo emang dia udah bulat/tegas gak bisa nerima kamu sebagai pekerjanya dengan alasan jilbab, ya tinggalin. Cari yang lain! Insya Allah cepat dikasih sama Allah dan insya Allah juga itu akan lebih baik O:)
Alasan kedelapan
8)  Yap benar. Jilbab itu pilihan, menaati perintah Allah itu pilihan, dan masuk surga itu juga pilihan. Allah itu Maha Kaya dan nggak butuh kita buat mengisi surga-Nya kok, kita yang butuh surga, kita yang butuh SELAMAT dari api NERAKA :)
BaztCWOCcAAKJ9w
9)  Bebas yang kamu mau bebas yang gimana dulu nih? :) Kalo bebas dari api neraka mau nggak?
BaztIuACMAE9uVw
10)  Bosen sama alasan kayak gini, jelas-jelas menutup aurat dengan sempurna alias memakai kerudung itu WAJIB! Budaya Arab? Mending buka dulu deh Qur’an Surat An-Nur (24): 31 dan Al-Ahzab(33): 59. Abis baca terjemahannya, masih mau tetep bilang cuma budaya arab? Berarti Anda telah meragukan firman Allah, dan Anda bukan termasuk orang yang beriman kepada-Nya… Sayang sekali.
Alasan kesebelas
11) Dengan adanya orang yang mengingatkanmu untuk menaati Allah, apa kamu bisa berpikir dia itu mau mengendalikan kamu? Kamu bukan tipe orang yang mau diatur-atur? Oke, gini deh, kamu ya kamu yang mengatur pilihan kamu mau gimana aja. Tapi kan udah dijelasin sebelumnya, pakai kerudung itu pilihan. Jadi, kalo ada orang yang MENYARANKAN ya berarti dia kan nggak maksa dong? Iya dong? Iya. Cuma MENYARANKAN, yang MENGENDALIKAN, dan MEWAJIBKAN itu ya ALLAH SWT, penciptamu, ukhti :)
Alasan keduabelas
12)  Nggak semuanya begitu, tergantung bagaimana seorang cewek berjilbab itu mengurus rambutnya. Oke, gue ngerti dan gue akui, (karena gue sendiri cewek) arti rambut bagi wanita itu…. mahkota. Aset kedua terbesar setelah wajah, tapi apalah artinya rambut indah yang bisa diperlihatkan kalo membuat kita tidak bisa mencium bau Surga-Nya kelak? It’s nothing, girls. Dan… oiya, pengalaman gue pakai kerudung, TRUE STORY loh yaaa, jujur, asli 100%, emang sih awal-awalnya pakai kerudung itu pasti kepala terasa panas, apalagi yang rambutnya panjang atau lebat, wajar dong, itu GODAAN. Tapi lama-kelamaan ya… sekitar 2-3 minggu akan terbiasa dan nggak ngerasa panas lagi deh! Dan mungkin rambut juga akan sering lepek(basah keringat) untuk beberapa saat, tapi lama kelamaan bener-bener BIASA banget. Terus nih, sering, di saat cuaca panas bingiiit/menyengat yang bikin orang-orang update “neraka bocor” ish astaghfirullah-_- itu malah nggak berasa di gue yang pake kerudung, sementara temen-temen gue saat itu ya pada ngeluh PANAS….
Bazthg1CIAAMf1x
13)  Hmm… yayaya…. Semua tergantung pilihan Anda :) Gaul, trendy, dan modis lah di dunia sepuasnya. Tapi jangan pernah mengharap kesenangan SURGA-Nya. Nyesek. Gabakal dapet-dapet deh, percaya :)
BaztmsdCYAI7dbw
14)  Lihat alasan sebelumnya lagi lagi dan lagi…. Yang namanya tercantum di AL-QURAN ya pasti BENAR. Ya pasti asli Firman-Nya. Kalo Anda tidak percaya, Anda gagal menunjukkan sifat beriman kepada Allah. (Nah lu, itukan rukun iman yang pertama-_-)
BaztzsvCYAAuujJ
15)  Hal kecil? Memakai jilbab=kewajiban perempuan baligh=menaati perintah Allah=…..? Kalo ujung-ujungnya udah ada Allah-nya berarti udah jadi hal besar dong?…. Ya kan :P
BazuF9yCUAAT9Jc
16)  Apalah artinya omongan orang-orang yang nggak punya apa-apa dibanding perintah wajib atau FIRMAN ALLAH, Sang Pencipta langit dan bumi beserta isinya, Sang Pencipta Surga dan Neraka? Orang-orang mau ngomong ya ngomong aja sana gih! Emang mereka yang punya surga? Mereka ngerti apa soal fanatik dan ekstrimis terhadap kehidupan akhirat yang nyata dan kekal kelak? Yang ngomong kayak gitu pasti cuma orang-orang yang hedonisme deh.
BazuLP4CEAARRJT
17)  Nah… Kalo belum pernah denger rukun iman dan rukun islam berarti nggak lulus SD dong harusnya…. Kerudung itu cuma salah satu dari sekian perintah WAJIB Allah buat kita perempuan baligh. Itu aja.
Alasan kedelapanbelas
18)  Hahaha untuk yang satu ini… ya namanya mulut cewek! semua juga tau, bahkan ini sudah tercantum di Al-Quran. Iya emang yang namanya gossip itu dosa. Bagaikan memakan daging bangkai saudara kandungnya sendiri… Ish naudzubillah. Nah kalo emang nggak terkontrol alias keceplosan alias nggak sengaja ya banyakin istighfar dan usahain jangan lagi-lagi, kalo emang ada tanda-tanda temen yang mau mulai duluan ngegossip, langsung menghindar deh. Kalo nggak, kamu yang potong pembicaraannya dan langsung cari obrolan lain yang lebih seru dan nggak bikin dosa pastinya ya… :)
Alasan kesembilanbelas
19)  Aduh…. Plis deh…. Giliran urusan jodoh atau tema jodoh aja, megang prinsipnya “Jodoh itu emang cuma Allah yang tau, tapi kita tetep harus usaha dapetinnya dengan cara pacaran, dll (yang sifatnya mencari/menjemput jodoh)” yg sebenernya malah dilarang oleh Allah. Yang harus diyakini itu, iya memang hidayah datang dari Allah, tapi kita harus ada usaha untuk mencarinya juga. Gitu, ukhti :)
Bazw9XgCEAAtck0
20)  Siapnya kapan tuh? Emang kamu tau kapan kamu akan dijemput malaikat Izrail?
BazxLUeCQAAIPC9
21)  Iyasih panas, bener banget. Tapi emangnya mau ngerasain yang lebih panas lagi dalam waktu yang kekal? Kita panas pakai kerudung, kalo kena sinar matahari, tapi kalo nggak pakai kerudung (di rumah dan hanya ada keluarga atau sesama perempuan) kan nggak panas toh? Kita kan nggak setiap saat pakai kerudung kalo di DUNIA. Nah kalo di Neraka? Emang ada jedanya/istirahatnya buat nerima hukuman dari Allah? Akhirat itu kan kekal.
Alasan keduapuluhdua
22) Who says? Malah kebanyakan nih ya, cewek yang pakai kerudung itu jauh terlihat lebih cantik dan ada aura menenangkan yang terpancar loh. Mungkin ada beberapa temen kamu yang bilang begitu, tapi cuekin aja. Dia menyesatkan tuh. Atau kamu mungkin yang merasa tidak cantik kalo pakai kerudung? Hilangkan atau lupakan deh perasaan kayak begitu. Itu cuma hasutan syaitan di pikiran kamu supaya kamu nggak pakai kerudung. Ingat, syaitan itu ngga suka melihat orang yang mau menuju ke jalan yang benar loh ya….

Copyright @ 2013 Rinrin miatri.